Bagian 1
ANALISIS DOKUMEN
SKL DAN KI-KD, SILABUS,
DAN PEDOMAN MAPEL
A. Konsep
1. Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) pada pendidikan SMK adalah kriteria mengenai
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta
didik menyelesaikan mata belajar. SKL merupakan acuan utama dalam pengembangan Kompetensi Inti (KI),
selanjutnya Kompetensi Inti dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD).
2. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk
mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat
kelas atau program yang menjadi dasar pengembangan KD. KI mencakup: sikap
spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai
pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai
SKL.
3. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat
untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses
pembelajaran. Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan
pembelajaran serta perkembangan belajar yang mengacu pada Kompetensi Inti dan
dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar.
4. Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip
klasifikasi atau struktur dan kategori ranah kemampuan tentang perilaku peserta
didik yang terbagi ke dalam ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Pembagian ranah perilaku belajar dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku
seseorang selama proses pembelajaran sampai pada pencapaian hasil belajar,
dirumuskan dalam perilaku (behaviour)
dan terdapat pada indikator pencapaian kompetensi.
5.
Silabus merupakan
seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran
tertentu dalam skala makro, yang memberikan informasi tentang kompetensi dasar ,
materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran.
B. Deskripsi
1. Hasil
belajar dirumuskan dalam tiga kelompok ranah taksonomi meliputi ranah sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Pembagian taksonomi hasil belajar dilakukan
untuk mengukur perubahan perilaku peserta didik selama proses belajar sampai
pada pencapaian hasil belajar yang dirumuskan dalam aspek perilaku (behaviour) tujuan pembelajaran. Umumnya
klasifikasi perilaku hasil belajar yang digunakan berdasarkan taksonomi Bloom yang pada Kurikulum
2013 yang telah disempurnakan oleh Anderson
dan Krathwohl dengan pengelompokan
menjadi : (1) Sikap (affective) merupakan
perilaku, emosi dan perasaan dalam bersikap dan merasa, (2) Pengetahuan (cognitive) merupakan kapabilitas
intelektual dalam bentuk pengetahuan atau berpikir, (3) Keterampilan (psychomotor) merupakan keterampilan
manual atau motorik dalam bentuk melakukan.
Gambar Kompetensi Sekolah Menengah
Kejuruan
a. Ranah
sikap dalam Kurikulum 2013 merupakan urutan pertama dalam perumusan kompetensi
lulusan, selanjutnya diikuti dengan rumusan ranah pengetahuan dan keterampilan.
Ranah sikap dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl, dimana
pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari menerima (accepting), merespon/ menanggapi (responding), menghargai (valuing), menghayati (organizing/ internalizing), dan
mengamalkan (characterizing/actualizing).
b. Ranah pengetahuan pada Kurikulum 2013 menggunakan
taksonomi Bloom olahan Anderson, dimana perkembangan kemampuan
mental intelektual peserta didik dimulai dari C1 yakni: (1) mengingat (remember), peserta didik mengingat kembali
pengetahuan dari memorinya; (2) C2 yakni memahami (understand), merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan
pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafik; (3) C3 yakni menerapkan (apply); merupakan penggunaan prosedur
dalam situasi yang diberikan atau situasi baru; (4) C4 yakni menganalisis (analyse); merupakan penguraian materi
ke dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan
satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur; (5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate); merupakan kemampuan membuat
keputusan berdasarkan kriteria dan standar; dan (6) C6 yakni mengkreasi (create); merupakan kemampuan
menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau
mengorganisasikan elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).
c. Ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah
pada pembentukan keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari Dyers
yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing);
(2) menanya (questioning); (3) mencoba
(experimenting); (4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating).
d. Pembentukan keterampilan kongkret menggunakan
gradasi olahan Simpson dengan tingkatan: persepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami, dan menjadi gerakan
orisinal.
Tabel 1. Perkembangan Keterampilan Menurut Simpson
dan Dave
NO
|
Tingkat Taksonomi Simpson
|
Uraian
|
Tingkatan Taksonomi Dave
|
Uraian
|
Tingkat Kompetensi Minimal/Kelas
|
1.
|
·
Persepsi
·
Kesiapan
·
Meniru
|
·
Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.
·
Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.
·
Meniru gerakan secara terbimbing.
|
Imitasi
|
Meniru kegiatan yang telah
didemonstra-sikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai
respon yang tepat.
|
V/Kelas X
|
2.
|
Membiasakan gerakan (mechanism)
|
Melakukan gerakan
mekanistik.
|
Manipulasi
|
Melakukan suatu pekerjaan
dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
|
V/Kelas XI
|
3.
|
Mahir (complex or overt response)
|
Melakukan gerakan kompleks
dan termodifikasi.
|
Presisi
|
Melakukan suatu tugas atau
aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang
cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
|
VI/Kelas XII
|
4.
|
Menjadi gerakan alami (adaptation)
|
Menjadi gerakan alami yang
diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.
|
Artikulasi
|
Keterampilan berkembang
dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan
persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak
sesuai SOP.
|
|
5.
|
Menjadi tindakan orisinal (origination)
|
Menjadi gerakan baru yang
orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.
|
Naturalisasi
|
Melakukan unjuk kerja
level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi
langkah kerja baru.
|
Catatan: pada lampiran Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, taksonomi olahan Dave tidak
dicantumkan tetapi dapat digunakan sebagai pengayaan.
2. SKL adalah profil kompetensi lulusan yang
akan dicapai oleh peserta didik setelah mempelajari semua mata pelajaran pada
jenjang tertentu yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3. Kompetensi
Inti merupakan tangga pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada
tingkat kelas tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran
dirinci dalam rumusan Kompetensi Dasar. Kompetensi lulusan, kompetensi inti,
dan kompetensi dasar dicapai melalui proses pembelajaran dan penilaian yang
dapat diilustrasikan dengan skema berikut.
Gambar 1. Skema Hubungan SKL, K-I, KD, Penilaian dan
Hasil Belajar
Rumusan standar
kompetensi lulusan yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 untuk tingkat SMK/MAK adalah sebagai berikut.
Tabel
2. Standar Kompetensi Lulusan SMK/MAK
Dimensi
|
Kualifikasi Kemampuan
|
Sikap
|
Memiliki
perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu,
percaya diri, dan bertanggung-jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
|
Pengetahuan
|
Memiliki
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan
kejadian.
|
Keterampilan
|
Memiliki
kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan
konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri.
|
4. Penguasaan
kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi beberapa Tingkat Kompetensi, yang
diartikan sebagai kriteria capaian Kompetensi yang bersifat generik yang harus
dipenuhi oleh peserta didik pada setiap tingkat kelas dalam rangka pencapaian
Standar Kompetensi Lulusan. Tingkat Kompetensi terdiri atas 8 (delapan) jenjang
yang harus dicapai oleh peserta didik secara bertahap dan berkesinambungan.
Tabel 3.
Tingkat Kompetensi
NO
|
TINGKAT
KOMPETENSI |
TINGKAT KELAS
|
1.
|
Tingkat 0
|
TK/
RA
|
2.
|
Tingkat 1
|
Kelas
I SD/MI/SDLB/PAKET A Kelas II SD/MI/SDLB/PAKET A
|
3.
|
Tingkat 2
|
Kelas III SD/MI/SDLB/PAKET
A
Kelas IV SD/MI/SDLB/PAKET A |
4.
|
Tingkat 3
|
Kelas
V SD/MI/SDLB/PAKET A Kelas VI SD/MI/SDLB/PAKET A
|
5.
|
Tingkat 4
|
Kelas
VII SMP/MTs/SMPLB/PAKET B Kelas VIII SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
|
6.
|
Tingkat 4A
|
Kelas
IX SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
|
7.
|
Tingkat 5
|
Kelas
X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET C/PAKET C KEJURUAN
Kelas
XI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET C/PAKET C KEJURUAN
|
8.
|
Tingkat 6
|
Kelas
XII SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET C/PAKET C KEJURUAN
|
Sumber : Permendikbud no. 64 tahun
2013 tentang Standar Isi.
5. Kompetensi Inti SMK/MAK sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK sebagai berikut.
Tabel 4.
Kompetensi Inti SMK/MAK
KOMPETENSI INTI
KELAS X
|
KOMPETENSI INTI
KELAS XI
|
KOMPETENSI INTI
KELAS XII
|
Sikap Spiritual:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
|
||
Sikap Sosial:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif,
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa pada pergaulan dunia.
|
||
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
|
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
|
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian
dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
|
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
|
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
|
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
|
6. Kompetensi Inti pada ranah sikap (sikap spiritual dan sikap social) merupakan
kombinasi reaksi afektif, kognitif, dan konatif (perilaku). Gradasi kompetensi
sikap meliputi menerima, merespon/menanggapi, menghargai, menghayati, dan
mengamalkan.
Gambar 2.
Gradasi dan Taksonomi Ranah Sikap
7. Kompetensi Inti pada ranah pengetahuan
(KI-3) memiliki dua dimensi dengan batasan-batasan yang telah ditentukan pada
setiap tingkatnya.
a. Dimensi
pertama adalah dimensi perkembangan kognitif (cognitive process dimention)
peserta didik:
Pada kelas X dan kelas XI dimulai dari memahami (C2), menerapkan (C3)
dan kemampuan menganalisis (C4), untuk kelas XII ditambah hingga kemampuan
evaluasi (C5).
b. Dimensi
kedua adalah dimensi pengetahuan (knowledge
dimention):
Pada kelas X berupa pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural yang merupakan bentuk pengetahuan minimal,
sedangkan untuk kelas XI dan XII dilanjutkan sampai metakognitif.
Gambar 3. Dimensi pada Kompetensi Inti Pengetahuan
·
Pengetahuan
faktual yakni pengetahuan terminologi atau pengetahuan detail
yang spesifik dan elemen. Contoh
fakta bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca,
atau diraba. Seperti mesin mobil hidup, lampu menyala, rem yang pakem/blong.
Contoh lain: Arsip dan dokumen.
·
Pengetahuan
konseptual merupakan pengetahuan yang lebih kompleks berbentuk
klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi. Contohnya fungsi kunci kontak
pada Mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja
rem. Contoh lain: Pengertian Arsip dan dokumen, Fungsi Arsip dan dokumen
·
Pengetahuan
prosedural merupakan pengetahuan
bagaimana melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma
(urutan langkah-langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara
sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah membongkar mesin,
langkah-langkah mengganti lampu, langkah-langkah mengganti sepatu rem. Contoh lain: Langkah-langkah menyusun
arsip sistem alphabet dan geografik.
·
Pengetahuan
metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan
memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran
dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang sesuatu. Sebagai
contoh memperbaiki mesin yang rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa
terjadi rem blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak
tepat?
8. Hubungan Dimensi Proses Kognitif (cognitive process
dimention) dan Dimensi Pengetahuan (Knowledge Dimention)
Pengembangan berfikir peserta
didik yang dikenal dengan dimensi proses kognitif pada rumusan Kompetensi Dasar
pengetahuan (KD-3) memiliki hubungan dengan bentuk pengetahuan (knowledge dimention). Sebagai contoh
mengingat (C-1) bentuk pengetahuannya adalah fakta, menjelaskan (C2) berkaitan
dengan konsep; menerapkan (C3) berkaitan dengan bentuk pengetahuan prosedural.
Adapun perkembangan berfikir menganalisis (C4) sampai dengan mengkreasi (C6)
memiliki hubungan dengan bentuk pengetahuan meta kognitif. Lebih jelasnya
hubungan tersebut di uraikan pada tabel 5.
Tabel.5
Hubungan Dimensi Proses Kognitif dan Dimensi Pengetahuan
No
|
Perkembangan
Berfikir Taksonomi Bloom Rivised Anderson (Cognitive Process Dimension)
|
Bentuk
Pengetahuan (Knowledge Dimension)
|
Keterangan
|
1.
|
Mengingat
(C1)
|
Pengetahuan
Faktual
|
Lower Order Thinking Skills (LOT’s)
|
2.
|
Menginterprestasi
prinsip (Memahami/C2)
|
Pengetahuan
Konseptual
|
|
3.
|
Menerapkan
(C3)
|
Pengetahuan
prosedural
|
|
4.
|
Menganalisis
(C4) Mengevaluasi (C5) dan Mengkreasi(C6)
|
Pengetahuan
Metakognitif
|
Higher Order
Thinking Skills (HOT’s)
|
9. Kompetensi Inti pada ranah keterampilan (KI-4)
mengandung keterampilan abstrak dan keterampilan kongkret. Keterampilan abstrak
lebih bersifat mental skill, yang
cenderung merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan
dominan pada kemampuan mental keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan
kongkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung merujuk pada kemampuan
menggunakan alat, dimulai dari persepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan gerakan mahir, menjadi gerakan alami, menjadi tindakan
orisinal.
Kelas XIII
|
Gambar 4.
Dimensi Kompetensi Keterampilan
10. Kompetensi Inti sikap religius dan sosial
memberi arah tentang tingkat kompetensi sikap yang harus dimiliki oleh peserta
didik, dibentuk secara tidak langsung melalui pembelajaran KI-3 dan KI-4.
11. Kompetensi
Inti pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4) memberi arah tentang tingkat
kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai peserta
didik.
12. Berdasarkan
KD dari KI-3 dan KI-4, pendidik dapat mengembangkan proses pembelajaran dan
cara penilaian yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran langsung,
sekaligus memberikan dampak pengiring (nurturant
effect) terhadap pencapaian tujuan pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu pengembangan sikap spiritual dan sikap social.
13. Keterkaitan
antara SKL, KI, KD dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
I.
Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari
pengetahuan (KI-3), dengan cara:
1) Melihat
level kognitif pada KD dan KI, dan
2) Melihat
hubungan antara level kognitif dan dimensi pengetahuan.
II.
Melakukan linierisasi KD dari KI-3 dan KD dari KI-4;
III.
Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan
sesuai rumusan KD dari KI-4; apakah termasuk keterampilan abstrak atau konkrit.
IV.
Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan
dalam kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap spiritual dan
sikap social.
C. Contoh
Fokus pertama bagi guru dalam
menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga standar kompetensi
yaitu SKL, KI, KD. Dari hasil analisis itu akan diperoleh jabaran tentang
taksonomi dan gradasi hasil belajar yang berhubungan dengan materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang diperlukan. Tabel 6
berikut adalah contoh analisis dimaksud.
Tabel 6.
Analisis Keterkaitan Ranah Antara SKL, KI,
dan KD untuk Mapel Simulasi
Digital
(Pengetahuan)
Kompetensi Inti (KI)
|
Kompetensi Dasar (KD)
|
Analisis KI
|
Analisis KD
|
Rekomendasi KD
|
||
Tingkat Dimensi Kognitif
|
Jenis Dimensi Pengetahuan
|
Kesesuaian Dimensi
Kognitif dengan bentuk Pengetahuan
|
Ketercapaian Dimensi
Kognitif dan bentuk Pengetahuan KD Mata
Pelajaran
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
3.Memahami,
menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah.
|
3.2 Menerapkan
pengelolaan informasi digital melalui
pemanfaatan komunikasi daring (online).
Ditulis
lengkap seluruh KD.
|
Sesuai dengan KI kelas
X
|
Menerapkan (C3)
|
Prosedural
|
Sesuai
|
LOT’s
|
Keterangan pengisian
kolom sbb:
1. Kompetensi Inti (KI-3) sesuai tingkat/kelas
2. Kompetensi Dasar (KD dari KI-3) sesuai mata pelajaran
3. KI pengetahuan atau KI keterampilan; kelas
X, XI atau XII
4. Memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), atau
mengevaluasi (C5).
5. Faktual, konseptual, prosedural atau metakognitif
6. Tuliskan rekomendasi tingkat taksonomi (kata kerja operasional) dan pengetahuan (materi) yang sesuai tingkatannya untuk KD yang bersangkutan.
7. Tuliskan sesuai rekomendasi KD dari KI-3 dari mata pelajaran yang tingkat taksonomi (KKO) pada
tingkat lower atau higher other thinking
Tabel 7.
Analisis Keterkaitan Ranah Antara SKL, KI,
dan KD untuk Mapel Simulasi
Digital (Keterampilan)
Kompetensi Inti (KI)
|
Kompetensi Dasar (KD)
|
Analisis KI
|
Analisis KD
|
Rekomendasi KD
|
||
Bentuk Taksonomi
|
Tingkat Taksonomi
|
Kesetaraan Taksonomi KD-dari KI-3 dg KD dari KI-4
|
Ketercapaian Taksonomi KD
Mata Pelajaran
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
|
4.2
Melakukan pengelolaan
informasi digital melalui komunikasi daring (online).
Ditulis
lengkap seluruh KD
|
Sesuai dengan KI-4
kelas X
|
Keterampilan konkrit
(P2)
|
Manipulasi
|
Selaras antara pengetahuan dan keterampilan
|
Keterampilan Konkrit
sesuai kelas X tingkat manipulasi taksonomi Dave
|
Keterangan pengisian
kolom sbb:
1.
Kompetensi
Inti (KI-4) sesuai tingkat/kelas
2.
Kompetensi
Dasar (KD dari
KI-4) sesuai mata
pelajaran
3.
KI
pengetahuan atau KI keterampilan; kelas X, XI atau XII
4.
Abstrak atau konkrit.
5.
Mengolah, menalar, menyaji atau imitasi,
manipulasi, presisi, artikulasi, naturalisasi
6.
Tuliskan
sesuai rekomendasi KD
dari KI-3
(KKO dg levelnya) yang setara untuk menunjang KD dari KI-4
pasangannya.
7.
Tuliskan
sesuai rekomendasi KD
dari KI-4
dari mata pelajaran pada tingkat
taksonomi keterampilan konkrit/abtrak (KKO) sesuai
tingkat (Kelas) dari Kedudukan KD dari KI-4.
ConversionConversion EmoticonEmoticon